Rabu, 30 November 2011

Levi Strauss

Siapa sih yang nggak punya celana jeans? Celana yang satu ini pasti ada di lemari kita dan sering kita kenakan untuk tampil lebih kasual. Tapi, pernah nggak sih terpikir tentang kisah dibalik celana jeans yang sering kita kenakan ini? Sejarah mencatat, ternyata celana jeans ini bukan dibuat oleh seorang perancang ternama, tetapi oleh seorang pemuda berusia 20 tahun yang sedang merantau.
Gadis Ngobrol
Awalnya, cerita celana jeans ini berasal dari Genoa, Italia. Di sana celana jeans diproduksi untuk keperluan angkatan laut. Meskipun berasal dari Italia, namun celana tebal ini tak akan popular tanpa campur tangan perantau muda bernama Levi Strauss yang datang untuk mengadu nasib di California. 

Di Negara asalnya di New York, Strauss memang berprofesi sebagai penjual pakaian. Ketika datang ke California pun, ia hanya berbekal beberapa potongan tekstil dan kanvas yang akan dijual di sana. Modal nekatnya pun tak sia-sia, potongan tekstilnya laku keras dan hanya menyisakan segulung kanvasnya. Dengan memanfaatkan bakatnya, ia pun membuat sepotong celana kerja untuk para pekerja tambang, hingga laris manis karena bahannya tidak mudah rusak. 

Dengan pikirannya yang kreatif, Strauss pun memodifikasi jahitannya dengan menggunakan bahan yang didapatnya dari Genoa, Italia. Karena nama bahan tersebut “genes” maka Strauss mengubah namanya menjadi jeans agar lebih enak didengar. Ia pun mulai memproduksi celana jeans pertama dengan merk “Levi’s” yang diambil dari nama depannya. 

Sejak saat itulah, jeans mulai menjadi pakaian resmi para penambang. Beberapa waktu setelah itu, ia pun bekerja sama dengan seorang pengusaha sukses Jacob Davis untuk mendapatkan hak paten di tahun 1873. Pada masa itu, keberadaan jeans mulai mendongkrak dimana-mana. Meskipun telah dimodifikasi dengan bahan yang lebih lembut dari bahan awal, namun celana ini tetap disebut sebagai jeans dan sudah digunakan oleh siapa pun selain para penambang.

Sabtu, 19 November 2011

Bukuku,Jendela Duniaku

pengen membaca buku tentang anak-anak  biar pikiran lebih fresh,ztres hilang dan hidup lebih berwarna lagi, seperti ; 



  • Curious Incedent of he Dog in the Niht Time ( Mark Haddon)
  • Melancholy Death of Oyster Boy ( Tim Burton)
  • The Little Price ( Antoine Saint Exupery)

hmmm dan menggisi otal dengan buku pengetahuan populer seperti :

  • Vintage,Darling ( Christa Well) tentang tips dan trik beli barang second
  • The Goddes Guide (Maryanne Hoffman) yang berisi trik make-up artis dan desainer terkenal. huuuu.
  • The 20th Century Art Book (Phaidon Press) tentang karya seni paling berpengaruh di Dunia.

hmm semoga bisa terealisasi di bulan Desember....uhhhh akhir semester yang ditunggu-tunggu untuk pembalasan Dendam. :D yeahh nikmati aja untuk  tugas yang menumpuk sekarang  dan belajar untuk TAS nanti, tohh  pasti ada kebahagiaan di kemudian hari. hehehe
 Immanuel Caesaro

South China Mall, Terbesar di Dunia

Dengan luas lantai 660.000 meter persegi, South China Mall menjadi mal terbesar di dunia. Sementara untuk luas area secara keseluruhan (termasuk taman, area luar, dll), Mal yang terletak di Dongguan City, China ini, menempati urutan kedua di dunia, setelah Dubai Mall. Ada apa saja ya, di “megamall” alias mal raksasa ini?












South China Mall terbagi menjadi 7 area utama yang mewakili 7 tempat di dunia. Ada area bergaya Amsterdam, Paris, Roma, Venesia, Mesir, Karibia, sampai California. Secara keseluruhan, ketujuh area tersebut bisa menampung 2350 toko. Wow!

Selain pertokoan dan tempat nongkrong, di dalamnya juga ada kanal, lengkap dengan  gondolanya. Jadi, kalau pengunjung capek berkeliling mal, bisa memilih naik gondola atau memanfaatkan jasa taxi air untuk mengitari tempat ini. Di samping itu, mal yang berdiri tahun 2005 ini juga memiliki area permainan beserta indoor-outdoor roller coaster.

Nah, saking menariknya fenomena mal terbesar ini, filmmaker asal Amerika, Sam Green sampai membuat film documenter seputar mal, lho! Judulnya, Utopia Part 3: the World's Largest Shopping Mall. Sayang, lantaran terlalu besar, mal yang bisa menampung 70.000 manusia ini, jadi terlihat sepi. Apalagi, masih banyak toko yang belum buka. Tisam – Foto: Tisam

Serunya Baca Buku Pakai iPad

iPad memang salah satu gadget yang lagi ditunggui kehadirannya. Salah satu fitur yang bikin ngiler adalah iBooks. Apa itu?

Doyan banget baca buku? Nah, selain menggunakan e-book reader, kita juga bisa membaca buku menggunakan iPad, lho. Komputer tablet keluaran Apple  ini punya fitur bernama iBooks, alias perpustakaan elektronik.

Kenapa disebut ‘perpustakaan’? Karena di halaman awal, iBooks memang tampak seperti rak buku. Isinya, tentu saja adalah buku yang sudah kita beli lewat iBookstore, toko buku online-nya Apple. Sentuh sekali saja pada cover buku tersebut, maka akan terbuka halaman pertama. Asyiknya, kita bisa mengubah font buku tersebut, sesuai keinginan. Sentuh saja gambar huruf A di bagian kanan atas, lalu kita bisa memilih berbagai jenis font dan ukuran yang cocok buat mata kita.

Cara membacanya juga variatif. Kita boleh menyentuh sekali untuk mengganti halaman dalam sekejap. Atau menggesernya dengan ayunan jari, seperti membuka lembar demi lembar buku biasa. Mau baca dua halaman sekaligus? Ubah posisi iPad menjadi horizontal. Beres, deh!

Berminat membeli? Kabarnya iPad bakal dijual sekitar USD 499 hingga USD 899. Perbedaan harga ini, tergantung dari kapasitas memori iPad yaitu 16 GB, 32 GB dan 64 GB. Nah, mari kita menabung dari sekarang.hehe selamat girit!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India